Blood Type Comic

Minggu, 07 Maret 2021

Sekejap Sekejap Sadar

Semua berawal dari keluarga, pendidikan dan lingkungan adalah informasi, tetapi didikan keluarga adalah core dari setiap manusia. 

Mata manusia adalah scanner,kita awalmulanya belajar dengan apa yang kita lihat, bukan dari apa yang kita dengar. 
Otaknya adalah antenna, tetapi selain untuk menerima signal, dia juga mengirim kan signal tentang apa yang kita impikan. 

Perubahan akan terus terjadi, cuma dengan adaptasi something can survive and strife. 

Agama dapat menggambarkan sejarah perjalanan manusia diberbagai budaya. 
Yang jika bahasa kitabnya Matematika maka mungkin semua akan mengajarkan e=mc² (rumus matematika).  
Akan tetapi faith / kepercayaan itu bersifat personal, maka dalam ranah umat beragama hanya ada saling menguatkan, tidak untuk diperdebatkan. 

Apa yang hilang dari padamu, akan kembali kepadamu dalam wujud yang berbeda. 

Gajah mati meninggalkan gading, Macan mati meninggalkan kulitnya,Manusia biasa mati meninggalkan digital history dan passwords.

Kamis, 21 Maret 2013

Komunism VS the world

Eng ing eng.....ready or not here i come!! Prepare to get your mind blasting, because it will not blow your mind but blasting in your mind.

Please read responsibly, don't read while you are driving, under influence of alchoholic or addictive drugs, not suggested to read while you guys mating, exercising, best to read while you guys shit-smithing.

"I won't let anyone walk through my mind with their dirty feet" Mahatma Gandhi.  It simply means, don't let anyone exploit, try to change, or brainwashed your way of thinking if it not suit with your conscience. And I've warned you 3 times, now for the 4th times here comes the Boom.
 
Pernah ga sieh kalian ngerasa kalo sesuatu lewat di pikiran loe trus langsung kayak pelem kartun gituh tiba-tiba ada bubble isi lampu yang nyala "*Triiing....." gituh???

Hahahah well at least itu salah satu perasaan gw kalo pas dapet topik buat mulai ngeblogging lagi. Bagi gw sendiri tuh aktivitas blogging tuh buat mengabadikan pikiran gw di suatu titik2 tertentu, sadar ga sadar cara pikir dan pola hidup kita keep on shuffling, walau udah kalah ngetrend ama gangnam style ama harlem shake. Jadi kadang gw mikir gw nulis ginian ini buat the future me to remember who i was.

Well some might said they don't write to impress, that they wrote to express. Well for myself i write to express and to get a right impression.
 
"Indonesia tuh negara yang kaya banget!" Gw masih sering terngiang kata-kata guru SD gw dulu. Dan emang betul dari zaman nenek moyang udah tau kalau Indonesia tuh aslinya surga. Semenderita menderitanya org, semiskin miskinnya org Indonesia mestinya ga mungkin ga dapet makanan kalau mreka mau usaha, lha wong pake kail dan jala ajah dapet makan koq....lempar kayu jadi tanaman koq (tumbuh jamur dll). Tapi apakah orangnya juga kaya? Engga :) semua.
Tokoh pemimpin yang emang gw anggap hebat sieh emang Pak Karno. Beliau tegas dan cerdas dalam memposisikan diri di negara non-blok dulu. Saat itu Soekarno menurut opini saya lebih cenederung pro ke paham komunisme blok Timur, tapi juga butuh dukungan dari blok Barat yg anti komunis ato liberal aka kapitalis.

Gw mestinya ga ada masalah ama setiap paham-paham yg ada, mau itu liberal, kapitalis, komunis, menurut gw semua tuh semuanya bagus. Cuma yg jadi masalah ketika salah satu dr itu menjudge paham yg lain tuh salah dan jelek. Sama ajah tuh dengan ketika agama lu dibilang menyembah berhala, padahal yg ngomong juga mengagung agungkan salib, jadinya sakit hati dan resistant.
Menurut opini gw Indonesia dirancang semestinya sebagai negara Komunis. Dari dasar negaranya "Pancasila" aja sila ke-5 itu udah jelas komunis banget, "keadilan sosial bagi seluruh rakyat.....", pemerataan, bagi seluruh rakyat. Dan menurut gw tuh pemikiran brilliant banget. Bahwasanya negara dengan resources yg dimiliki Indonesia tuh bisa menjadi negara komunis yang paling ideal. Bayangin aja kalau Indonesia menjadi rumpun bambu asia kedua setelah China (kalo dibilang plagiat ya dirubah jadi rumpun bambu runcing ajah....hehehehehe :p).

Belajar dari sejarah, kebanyakan kegagalan negara komunis terdahulu itu (Rusia, Germany, Uni-Soviet) dikarenakan kurangnya resource,  Rusia punya wilayah yang luas tp hasil alamnya ga ada kecuali esbatu ama vodka kali yah? Sedangkan Indonesia, kita punya semuanya.  Bayangin ajah kalau resource itu ngga perlu kita export ke luar negeri, diolah dan dikomsumsi untuk rakyat sendiri, betapa makmurnya negara ini semestinya. Orang2 ga perlu lagi pada berkumpul di Jakarta karena bekerja didaerah mendapatkan penghasilan yg sama, akibatnya pemerataan sosialpun mestinya dpt tercapai. Resourse yang menonjol di pulau Kalimantan di barter dengan hasil agraris pulau Jawa, begitu pun dengan pulau2 lainnya. 

Entah sejak kapan secara tidak sadar kita didoktrin bahwa komunis itu paham tidak beragama, bahwa komunis itu pembunuh, bahwa komunis itu jahat. Walau udah belajar ilmu sosial di sekolah, tp tetep aja secara tidak sadar di otak kita sebagian besar org pasti punya tingkat resisten dan trauma yang kuat kalo dengar kata komunis. 

Padahal sebenarnya paham komunis tuh sendiri terpisah dengan ajaran agama apapun juga, dan tidak ada kaitannya sama sekali dengan kepercayaan. Bahwa menurut saya pribadi justru komunisme yang absolut itu justru merupakan pemahaman dan pencerahan tertinggi dari komunitas manusia, yang sudah bisa mengenyampingkan ego masing2 dan lebih mementingkan tujuan bersama.
Harapan gw kedepan nantinya kalo bisa lahir lagi partai politik di Indonesia yg menganut paham komunis :) barulah demokrasi bisa naik ketingkat berikutnya.


Akhir kata, tulisan ini opini belaka dan tidak ada maksut penulis untuk meprovokasi gerakan revolusi huahahahaha.... Semoga bermanfaat. :D

Senin, 22 Oktober 2012

Kuch ~ Kuch ~ Ho ~ Ta ~ Haaay ~ ~ ~

Intro *back sound check*
"Sulingnya- suling bambu, eh ~ gendangnya kulit lembu, e ~ dhangdhut suara gendang, rasa ingin berdendanggggg ~~~ Terajanaaaaaaah"
 heyaaahe....setelah sekian lama vacuum dari kegiatan nge-blogging, ga tau kenapa ada rasa kangen di dasar lubuk hati buat nulis lagi ^.^ mungkin karena pengaruh motto gw kali yaa? "I came, I saw, I share" :P

Tapi berhubung kehidupan disini yang monoton, kadang ga tau juga harus share apaan hahaha, awal-awalnya waktu proses adaptasi di Papua ini semua hal rasanya menarik, ditambah alamnya yang emang extraordinary luar biasanya <--- ga melebih-lebihkan, emang bener alamnya sieh seng ada lawang kata orang Ambon. Sampe-sampe awal mula hidup disini tuh tertarik banget ama photography, abisssss jepret apapun jadinya keren rasanya hahaha (*standar gw sieh). Tapi namanya manusia, yang kemampuan adaptasinya sangat tinggi, lama kelamaan walking with sand beneath my feet, swiming with the fish in the sea, jungling with a knife in your hand, making fire from branches and dried leaves kayaknya jadi udah biasa, gasik lageh, ga kayak ayu ting-ting lagi gag sik-asik lagih.....

Pantai Undi Sp VII - Manokwari - West Papua, Indonesia
mau nude disini mah juga boleh hehehe...:p
Bendungan Sungai Sp III - Manokwari, West Papua - Indonesia
 Hutan di Kali Dingin Wosi Transito Manokwari, West Papua - Indonesia <-- no edit kameranya aku puter sambil jepret biar suasana bingung dalem hutannya dapet :p
 Lokasi perang: Hutan dibelakang Kodim Manokwari, West Papua - Indonesia; Models: kawan-kawan MAG (Manokwari Airsoft Gun)


Itu beberapa foto-foto amatir yang diambil dengan kamera DSLR diwaktu senggang.

ow iyah gw lupa share kegiatan gw yang gw bilang monoton ENG ING ENGG.....
Kegiatan monoton yang dilalui setiap hari:
  • 06:30 snooze alarm 3x (/5menit)
  • 06:45 mandi pagi 
  • 07:00 gongyo pagi (sembahyang, red.) <-- kalo inget dan kalo lagi niat*
  • 07:30 makan pagi
  • 08:00 buka toko
  • 08:30 file-ing tagihan, stock dll.
  • 09:00 pergi ke bank
  • 11:00 nongkrong di kantor
  • 12:00 makan siang
  • 13:00 layani pembeli di toko klo ga ke gudang klo ga lagi ya browsing cari signal wi-fi
  • 14:00 idem
  • 15:00 idem
  • 16:00 idem
  • 17:00 tutup toko
  • 18:00 itung omzet, buat laporan harian
  • 19:00 makan malam
  • 20:00 nonton metro tv
  • 21:00 gongyo malam
  • 22:00 tidur ngoooookkkk
*begitu seterusnya dan seturusnya dan seturusnya dan seturusturusturuturusnya (kecualiiiiii ada yang ngajak main cs, kecuali ada yang ngajak main dota, kecuali pas nulis blog kek begini ini XD.)sampeeeeee hari minggu baru berkelana jeprat jepret foto2 diatas tadi

Ngga heran ga berasa sudah setahun lebih aja akhirnya aku tinggal disini, tapi dengan hal itu akhirnya "Something happend here in my heart"...kata laennya "Kuch kuch ho ta hay..." hahaha... tanpa sadar proses adaptasi dengan kebudayaan setempat seperti menyepakati proses asimilasi dalam diri sendiri. Pelan-pelan alunan lagu rancak yg dulunya jadi favorite, berganti dengan lagu-lagu alunan akustik khas nusantara dengan lirik Ambon dan Manado. Mungkin karena sering makanya suka kali ya? seperti kata org ala bisa karna biasa, ala biasa karena bisa, kerena ala bisa biasa..... *bingung? baca lagi.... masih bingung? banting hape...*resiko ditanggung penumpang hehehe.


Tapi seriously yg aku pengen share kali ini, orang-orang Indo terutama bagian timur, mereka lahir dengan pita suara yang emang spesial.... 9 dari 10 orang Papua - Ambon pasti bisa bernyanyi, dan suaranya uajibbbb sieh menurutku. Ditambah lagi menurutku perkembangan musik-musik daerah di Indonesia Timur aslinya sangat berkembang, cuman sayangnya masih kurang populer dengan musik-musik pop dan easy listening dari manca negara. So, karena kecintaan saya yang mendalam pada Negara ini dan pada musik setempat ijiiiiinnkanlah saya share beberapa lagu ini...yg bisa ikutlah bernyanyi yang ga suka dengarkanlah pagi, siang, dan malam.... ulangi 2 kali lebih banyak pada malam jum'at saya yakin cepat atau lambat lagu-lagu ini pasti ga kalah ama kakak dari Gangnam XD.


 
Papua dalam cinta - Pay ft. Soa-Soa
  
Doddie Latuharhary ft. Yoppie & Tongki Ortegas - Smile
Manokwari Soulja Boy- Gadis-Gadis Papua

Sabtu, 21 Januari 2012

Ada apa dengan Ria?

Hyaaaakk. . Kembali lagi bersama saya dalam cerita ga' piro-piro'o penting, tp setidaknya bukan ekting, diambil dari kejadian nyata yang dalam proses kejadiannya tidak melibatkan proses penyalahgunaan obat-obatan terlarang, adegan pornografi, maupun, tindak kekerasan terhadap binatang berjenis kelamin apapun juga.

Dari judulnya mestinya kita udah tau kalau kali ini saya ingin bercerita sedikit mengenai si "Ria", tp ini bukan Ria mantan pacar saya pas SMP, bukan juga tentang kak Ria enes kakaknya Susan, tapi tentang bagaimana hebatnya pertarungan barathayudha antara 1000 anak bala kurawa melawan 5 pendekar gagah berani pandawa limo. . Lho2??! Jiancuk tenan koq! Seng gennah tah cuk! Keplak ndas dewe! Truburururururprprprprprhyungyungprprprppptiiittt *sound efek rewind kaset*

Bukan juga tentang kak Ria enes kakaknya Susan, tapi tentang bagaimana sengitnya pergumulan penulis melawan MalaRia. . . *langsung drop ga sieh?*
*peduli setan tetap lanjut heheheh*

Okay singkat cerita tempat kejadiannya ini di Manokwari, Papua. Pulau yang emang udah terkenal banget sampai ke 5 benua dan 7 samudera akan desas desus wabah malarianya. Sampai2 emang orang lokal sini klo sakit sedikit klo ke dokter pasti dihadiahkan obat malaria, kadang pura2 sakit ke dokter, ama dokternya jg pasti bilangnya malaria. (_ _¡)
Disini tuh jenis malaria sampai ada bermacam-macam tergantung gejala-gejala yang dialami oleh penderita, contohnya ada sebutan malaria tulang, yg gejalanya, tulang belulang menjadi sakit semua, klo digerakin yang digerakin itu persendiannya langsung pegal-pegal, ada lagi malaria perut, yg gejalanya perut melilit mencret2 dan lemas, ada lagi malaria kepala, yang gejalanya kepala kayak orang mabok kejedok ampe sakit kayak mau pecah, ada lagi malaria hidung, yg gejalanya bersin-bersin, hidung meler, dan flu yang berkepanjangan, ada juga malaria bohongan, ini sering dipakai oleh karyawan yg pura-pura malaria biar dapat surat dokter buat ijin sakit bolos kerja, dan tentu yang ga ketinggalan malaria nyamuk yaitu nyamuk malarianya sendiri hehehehe. . . Nah dari informasi diatas makanya ga heran kalo orang sini emang penyakitnya cuma 1 yaitu malaria, bayangin org yg pusing kebelit utangpun klo ke dokter analisahnya ya malaria kepala la. #Epen ka?!(emang penting ka?!) #Cupentoo....(cukup penting toooo....)

Hahaha akan tetapi dibalik keragu-raguan, kesimpang siuran akan gejala malaria, apa yang dialami oleh penulis sieh emang bener malaria abis pas ngerasain sakit ini penderitaannya itu kalau mau digambarkan kayak orang putus cinta seharian pikirannya galau, suka menyendiri, tidur ga nyenyak, makanpun ga ada selera, saking sakitnya banyak yg mati, ataupun bunuh diri. Tapi perlu diketahui walau penderitaannya hampir serupa, tp malaria sungguhan ini skalanya lebih besar, kalau diumpamakan seperti gempa tu ini skalanya bisa sekitar kurang lebih 8,9 skala ritcher.
Okay cukup prolognya, buset prolog ajah panjang bener!!

Oke lah kalo begitu bagi para pembaca setia yang masih berminat membaca paragraf berikutnya ada baiknya kita melakukan streching (peregangan otot, red) sebelum melanjutakan ceritra yang ga piro piroo penting ini agar bawaannya dalam membaca bisa suantai pake U, dan ga pake jothos jothosan okhheee???
*bagi para pembaca dengan posisi duduk, bisa melakukan Hand Stretching, stretching ini sederhana, genggam jari jari anda dengan keras tahan selama 6 detik dan lepas. Ulangiselama 5-10 kali. Starching ini berguna untuk merelexsasikan otot ototjari jemari dan lengan bawah anda. Otot otot yang terlibat merupakanotot-otot jari, otot-otot pergelangan tangan dan otot-otot lengan bawah anda.Kemudian ditambah gerakan mengkretek kretek tulang punggung pasti serasa uuuugghh aaahhh uuugghh aaah.
*bagi para pembaca yg sedang berdiri atau berjalan, boleh memutari 1 blok tempat anda sekarang berada, atau squat jump (lompat kodok, red) klo ga mau ya gpp sieh...
*bagi para pembaca yang sedang mobile dan berkendara, JANC**(*&#%^@(*#&$!)@(#&%)(*#$ stupid!!!! <-----translate bahasa alusnya "sobat, otak anda mungkin sedang tidak berfungsi dengan maksimal".

Oke deh ready or not here i come...... jadi cerita ini dimulai ketika saya memutuskan untuk migrasi ke Papua(*mengenai alasan migrasi tidak akan dibahas disini, karena author sudah berkomitmen tidak akan membahas sesuatu diluar topik posting kali ini. titik ga pake tapi tapi). Dan dengan kebiasaan hidup urban orang kote yang rada parlente, pastinya sedikit susah untuk menahan diri diam manis dirumah. Tapi ya namanya pedalaman, Manokwari itu adalah  ibukota di propinsi Papua Barat yang notabene adalah kota injil, jadi bisa dibayangkan kalau di kota ini itu tidak ada satupun hiburan malam, bahkan untuk berjualan beer dan minuman alkohol kelas a itu tidak diperbolehkan oleh pemerintah setempat, adanya justru minuman beralkohol kelas C (*sekelas vodka gepeng, topmir, dan cap tikus) yang sangat tidak disarankan karena berdampak buruk pada kesehatan.

Nah karna ga ada hiburan sama sekali akhirnya, hiburan satu-satunya ya olah raga ^^ emang kesannya sehat... tapi sekali lagi kata orang orang dulu tuh ada benernya "segala sesuatu yang berlebihan itu pasti ga baik" hahahahaha. dan yap itu terbukti....jadwal kosong akhirnya diisi ama kegiatan olah raga tiap hari, futsal, badminton, sepedaan jadi makanan sehari hari sepulang dari kerjaan.
Sampai sekitar 1 bulan rutinitas berlangsung, dimana kondisi badan juga masih dalam proses adaptasi perubahan cuaca dan lingkungan setempat, badanku otomatis mengalami shok yang mengakibatkan kondisi badan drop. Sampai klimaksnya pada salah satu weekend di bulan November 2011 ada kerabat yang mengajak main badminton dilanjutkan dengan party mabora (mabok rame-rame, red) dengan minuman bernama cap tikoes!
Akhirnya saya pulang dengan keadaan sempoyongan abis kehujanan dan langsung Telor (tempel molor, red) tanpa mandi dahulu, saking kangennya ama ranjang dirumah. Keesokan harinya entah kenapa hang overnya berlangsung seakan tiada berakhir, hari pertama pusing dan bersin-bersin mirip gejala influenza biasa, hari kedua ditambah sedikit meriang dan ngilu di persendian seluruh tubuh, hari ketiga diserang lagi dengan demam, yang klo orang jawa bilangnya summer..... alhasil saya tepar dan harus bed rest.
Mulai malam itu rasanya bener-bener menderita, halusinasinya lebih parah dari pada extasi dosis tinggi dengan kadungan Lcid yang membuat parno sendiri, malam terasa panjang dan dingin.... udah matiin ac, selimutan dobel masih juga ga berkeringat malah masih menggigil....kalau mau digambarkan, waktu kejadian ini serasa jadi Peter Parker waktu mau berubah jadi Spiderman...*sekali kali saya masih berusaha mengeluarkan jaring dari tangan, lengan, maupun dari pantat...(kali ajah jadi spiderman sungguhan) tapi usahanya nihil dan none of that works. Akhirnya vonis dari dokter yang udah obviously positif malaria menyarankan untuk mengkomsumsi obat malaria...bernama pil kina dan chloroqueen...
FYI (for your info), obat malaria ini ternyata ga kalah ganasnya ama virus nyamuk anopheles betina ini....setiap kali minum obat, perut serasa dikocok-kocok dan merasa mual layaknya datang bulan pada wanita ;p .
Ajaibnya penyakit ini bisa membuat lidah serasa numb (mati rasa), semua makanan yang dimakan tuh rasanya pahit ajah, serasa pelajaran sd itu boongan semua, lidah ga pandang bulu kerasa pangkalnya doank...yang kerasa cuman pahit chukkk....alhasil makannya bener2 mengunyah 27 kali tiap suapannya.

Anyway mengutip peribahasa asing
"What doesn't kill you, makes you stronger. Kelly Clarkson"
yang penting tuh hikmah yang bisa diambil dari setiap kejadian yang terjadi jadi after all that happened saya berjanji untuk tidak nakal lagi, berjanji untuk mandi dulu sebelum tidur, berjanji untuk tidak mabuk lagi......*finger crossed

Berikut artikel yang dikutip dari wikipedia:
Malaria adalah penyakit yang disebabkan oleh parasit bernama Plasmodium.[1] Penyakit ini ditularkan melalui gigitan nyamuk yang terinfeksi parasit tersebut.[2] Di dalam tubuh manusia, parasit Plasmodium akan berkembang biak di organ hati kemudian menginfeksi sel darah merah.[1] Pasien yang terinfeksi oleh malaria akan menunjukan gejala awal menyerupai penyakit influenza, namun bila tidak diobati maka dapat terjadi komplikasi yang berujung pada kematian. [2]
Penyakit ini paling banyak terjadi di daerah tropis dan subtropis di mana parasit Plasmodium dapat berkembang baik begitu pula dengan vektor nyamuk Anopheles.[3] Daerah selatan Sahara di Afrika dan Papua Nugini di Oceania merupakan tempat-tempat dengan angka kejadian malaria tertinggi.[3]
Berdasarkan data di dunia, penyakit malaria membunuh satu anak setiap 30 detik.[4] Sekitar 300-500 juta orang terinfeksi dan sekitar 1 juta orang meninggal karena penyakit ini setiap tahunnya.[4] 90% kematian terjadi di Afrika, terutama pada anak-anak.[4]
Untuk penemuannya atas penyebab malaria, seorang dokter militer Prancis Charles Louis Alphonse Laveran mendapatkan Penghargaan Nobel untuk Fisiologi dan Medis pada 1907.
Salam Epenka Cupentooohhh, sampai di posting selanjutnya.....^^

Kamis, 19 Januari 2012

Funny Expression

Location: Panggung Amerta, Kompleks kuil Myogan-Ji - Megamendung
30th of December 2011 (Idefest 2011)
Title: Aiko Senosoenoto's facial expresion while watching Ara performing rap at Amerta

Sabtu, 23 April 2011

Story of the Amanda

-Pembukaan-
"Suwe ora jamu, jamu godhong telo. Suwe ora ngeblog, wong goblog diarani telo....."
Kami informasikan bahwa sebentar lagi story of the Amanda akan dimulai, bagi para pembaca yang memiliki gangguan fungsi baca, ada baiknya menggunakan kaca mata bantu baca saat membaca tulisan ini, agar tidak terjadi kesalah pahaman dan pengertian ganda, karena semua tulisan ini adalah fakta dan kesamaan nama peran dan cerita bukanlah fiktif belaka.

Baiklah without further adioux i present to you the Story of Amanda.... (amandelku yang beda) *maksa....;p

Awal mulanya kalau di kira-kira dan di taksir secara garis besar, awal mulanya amandel saya membandel itu ketika seringnya keluar malam, mabora (mabok rame-rame, red), sambil menghisap rokok yang berlebihan. (related to last recent post tentang kehidupan di ibukota). Gejala awalnya sieh kayak panas dalam biasa, bibir kering pecah-pecah, sariawan, nafsu makan menurun, dan tenggorokan serasa ada yang aneh, tidak seperti biasa yang bersahabat, kini ketika menelan ludah aja seperti kayak ada biji buah kedondong alamak euy yang aujubileh susahnya mau ditelan. Dan yang ketika di terus-terusin, dienak-enakin, dijar-jarno, dibabahno, gejala tersebut pastinya akan diikuti dengan demam dan meriang yang menusuk hingga ke tulang....

Nah kebetulan lagi waktu itu lagi sibuk-sibuknya kerja, ada aja kerjaan ga abis-abisnya, nih baru ngerasa apa kata susuk Pengki, gitu itu no ubas, keplas. (*ubas dibalik? eaaaaa). Menurut bang google sieh emang penyakit radang amandel atau istilah kerennya tonsilitis itu kerap terjadi di anak manusia berusia 3- 7 tahun, tapi ga tau kanapa umur udah lewat akil balig gini baru nih amandel radang kek gini...*bangkeee.....

Oh iya, sebelum lanjut pengen meluruskan suatu hal, ini juga selalu jadi pemikiran saya sebelum saya mengalami radang amandel sendiri, sebagian besar dari kita pasti berpikir kalau yang di sebut-sebut sebagai amandel tuh sesuatu yang gantung-gantung dan kiwir-kiwir di tengah pangkal mulut itu ya tho-ya tho????
Padahal sebenarnya itu bukan amandel, sedangkan amandel itu berada di kanan kiri pangkal rongga mulut, adalah bagian dari kelenjar getah bening yang di bawah rahang sering kali sakit dan membengkak ketika terjadi infeksi dimulut atau saluran pernapasan.

Oke lanjut.......jadi waktu itu demamnya udah 3 harian, kerja, kemana-mana sambil meriang ga jelas gitu badan, kadang bulu kuduk ser-ser berdiri sendiri gitu, bukan ada setan lewat ato apa gitu, tp karna emang badan emang ga enak banget rasanya. Nah, puncaknya tuh dini hari pukul 2 lebih sedikit, waktu itu rasanya kepala pusing mo pecah trus demam tinggi, badan rasanya menggigil kedinginan, badan semua udah ditutupin pake selimut bulu angsa juga masih tetep ga ngepek, ujung tangan dan kaki rasanya beku....nah, untungnya pada waktu terjadinya perkara saya tengah berbincang-bincang dengan kawan lewat sambungan langsung jarak ga terlalu jauh (K.H Mas Masyur - Bendungan Hilir)

Eng-ing-eng....jadi ceritanya pahlawannya di cerita ini tuh si Syelly dong, tapi tetep peran utamanya guwe dong....Syelly aja di odong, bukan di olah......Singkat perkenalan si Syelly ini kawan saya yang suka menari rancak goyang pata-pata dan punya obsesi menjadi Agnes Monica dan pacaran dengan George Sampson. Heyaaa, emang kata orang bijak gantunglah mimpimu setinggi-tingginya, tp klo udah kering juga jangan lupa diangkat nak...(#omongan mbokamsut).
Jadiiiii malam itu sesungguhanya telah terjadi debat kusir ama si odong ini, debatin hal yang saya sendiri sudah lupa, tetapi yang jelas ketika omongan sudah mengarah ke hal benar-benar ga jelas dan mulut sudah cape berbusa ngomong tiba-tiba "Kuch-Kuch Ho Ta Hae" (sesuatu terjadi dalam hatiku, red.) badan gw yg tadinya menggigil jadi lebay gitu bergetarnya, tangan dan kaki rasanya keram ga bisa leluasa bergerak. Di keadaan genting kek gitu sempat terlintas dipikiran buat nge-google apa yg sebenarnya terjadi dan ternyata sekali lagi Eng-Ing-Eng...Stuip (baca = step, gejala demam tinggi dan kejang-kejang akibat panas tinggi).
Untung ga seberapa lama akhirnya si odong datang, dan saya dilarikan ke Rumah Sakit terdekat, nahasnya tuh gara-gara proyek pembangunan jembatan layang non-tol Tanah Abang - Kampung Melayu jadi puteran balik untuk menuju rumah sakit jadi jauh bgt. dan suasana di dalam mobil tuh udah panik gitu, gara-gara badan gw seluruhnya mulai keram dari tangan kaki, mulut tidak bisa digerakin, aku malah teriak-teriak ga jelas dalam mobil. Pokoknya perjalanan itu sekali lagi terasa lama banget kali itu, sampe gw marah-marah gitu ama si pahlawan yg nyelamatin gw (hahahahahah*ketawa dalam hati*pisss). Dan kali itu karena yg gw udah bilang kalau puteran balik arah ke Semangginya di pindah jadi jauh, terpaksa kita ngelanggar puteran arah sebaliknya, dan pas di puteran balik tersebut ga jauh ada petugas polisi yang melakukan surgery alias operasi....jiahhhh....akhirnya mau ga mau harus berhenti sejenak, dan dengan pose sangat mirip dengan orang kejang-kejang akibat overdosis pemakainan narkotika dan zat adiktif lainnya gw dengan nyebut dalem hati coba meyakinkan pak polisi.
"Saare Ishq Ki Chaaon Chal Chaiyya Chaiyya
Saare Ishq Ki Chaaon Chal Chaiyya Chaiyya
Paanv Janat Chale Chal Chaiya Chaiya
Paanv Janat Chale Chal Chaiya Chaiya
Chal Chaiyya Chaiyya Chaiyya Chaiyya 4x."
Ga tau tiap kali liat polisi dan berpikir tentang polisi sekarang yg terdengar selalu kutipan lagu diatas ;p ini membuktikan kalau gw juga mengidolakan Briptu Norman.....tidaaaAkkkkkk...ugh
Yang pasti akhirnya malam itu gw ama si odong berhasil meyakinkan pak polisi klo gw tuh bukan OD, tp Stuip....dan akhirnya sebelum gw bener-bener ga sadarkan diri dan menggigit putus lidah sendiri saya berhasil sampai dengan  kekurangan sendal gw di ruangan UGD RS Jakarta. akhirnya setelah di kasih obat penenang dan di kompres...pelan-pelan kejangnya berkurang. Saat itu gw cuman berpikir lebay banget demam ajah sampai masuk rumah sakit (_ _!!) swt kuadrat.
Tetapi alhasil pemeriksaan dokter memutuskan gw harus opname hari itu. Dan akhirnya gara-gara amandel membandel itu gw harus berbaring di rumah sakit 3 hari. Yang akhirnya gw di perbolehkan oleh dokter untuk keluar rumah sakit untuk menunggu amandelnya pulih sepenuhnya dan disuruh kembali untuk diangkat.

"Amandel atau tonsilla palatina (tonsil), punya peran di dalam tubuh (disebut amandel karena bentuknya mirip buah amandel). Amandel merupakan salah satu jaringan limfoid di daerah faring. Fungsi jaringan yang letaknya di bagian belakang rongga mulut itu memproduksi sel-sel limfosit (salah satu jenis sel darah putih).

Organ ini juga berperan penting dalam tahap-tahap awal kehidupan untuk melawan infeksi selaput lendir na-sofaring (di belakang rongga hidung) dari udara pernapasan sebelum masuk ke saluran napas bagian bawah. Dari penelitian juga diketahui, tonsil dapat memproduksi antibodi yang berperan dalam memproduksi Imunoglobulin A. Antibodi inilah yang membuat jaringan lokal tahan terhadap kuman penyakit.
Jadi, fungsi amandel adalah menjadi benteng pertahanan terdepan yang menangkis serangan kuman penyakit yang masuk lewat pernapasan dan mulut. Lalu, bagaimana jika amandel itu dihilangkan, apakah akan mempengaruhi daya tahan tubuh? Jawabnya ya.
Oleh karena itu, sebisa mungkin amandel sebaiknya jangan dioperasi. Karena tubuh akan kehilangan salah satu sistem pertahanan tubuhnya. Logikanya tubuh tanpa amandel akan lebih rentan sakit daripada yang ada amandelnya.
Kendati demikian, pihak medis pun mempunyai alasan mengapa amandel harus dibuang. Bila penyebab infeksi pada amandel adalah kuman yang bernama Streptococcus beta hemolyticus. Kuman ini ditengarai dapat menimbulkan reaksi berupa sakit ginjal, jantung, rematik." - Copy Paste dari Blog tetangga. ;p
Well moral of the story yaitu, 
- radang dan infeksi amandel dapat terjadi pada semua orang, maka waspada lah!
- mengobati demam dengan menutup diri dengan selimut bukan cara yang benar! yg benar adalah kompres (khususnya jika panas anda udah mencapai 39 derajad, jgn tunggu lagi masuk aja ke UGD, jangan malu masuk RS karena demam ;p)
- omongan amandel penyebab susahnya bernapas, dan tidak ada gunanya merupakan kesalahan.
- kalau ada asuransi bawa kartu asuransi senantiasa di dalam dompet, sehingga pada keadaan darurat tidak perlu masuk rumah sakit dengan kamar bangsal termurah......peace :)

-Penutupan-
"Nulis sing wenak, tapi ora sakpenake dewek."

Rabu, 09 Februari 2011

Kankucho-ing

“Deep in the Snow Mountains lives a bird called Kankucho which,
tortured by the numbing cold, cries that it will build a nest in the morning.  Yet, when the day breaks, it sleeps away the hours in the warm light of the morning sun without building its nest.  So it continues to cry vainly throughout its life.  The same is true of people.”
Nichiren - Letter to Niike.
“Jauh di dalam gunung salju, hiduplah seekor burung Kankucho, yang tersiksa oleh dingin yang membuat beku. Dia menangis berulang-ulang dan berjanji pada dirinya sendiri agar membuat sarang pada saat pagi datang. Namun saat matahari terbit, dia tidur dengan lelapnya dibawah hangatnya mentari tanpa membuat sarangnya. Sehingga pada malam tiba dia kembali menagis sia-sia sepanjang hidupnya.”
-Nichiren Daishonin (Surat kepada Niike).

Si kecil burung Kankucho duduk didahan pohon, sambil menangis, menggigil kedinginan, dan berjanji hari berikutnya ia akan membagun sarang untuk tempat dia berlindung. Akan tetapi janji itu tinggal janji pada saat malam yang dingin, pada hari berikutnya tidak pernah dilakukannya. Pada saat matahari terbit dan cuaca hangat, ia bersantai dan lupa pada janjinya pada dirinya sendiri.
Dia duduk dan duduk santai hari demi hari pada saat cuaca hangat, dan suatu saat pada waktu ia sadar dan berpikir untuk mulai membangun sarangnya, dia jatuh ke tanah. Sayapnya telah rapuh, dan ia mati pada hari itu.
Cerita ini sering terjadi bukan hanya pada burung kankucho, tetapi pada manusia sekalipun. Sering kali kita memutuskan untuk berubah pada saat keadaan terasa sudah parah, tanpa menghiraukannya pada saat keadaan terlihat baik walau hanya untuk sekejap.
Hal yang paling mudah sebagai contoh, adalah hubungan kita bersama pasangan, pada saat kita tetap memilih tipe orang yang sama berulang-ulang kali. Bukan hanya karena alasan ketertarikan fisik yang cocok. Tetapi kita sering kali tidak bisa menerima bagian dari diri kita sendiri, dan terus belajar untuk menerima dalam keadaan lebih baik ataupun yang lebih buruk.
Kita mengabaikan diri kita sendiri, dan oleh karena itu berulang-ulang kali mengundang orang asing kedalam ikatan yang baru. Dimana setiap dari kita membawa sebuah pemikiran dimana mungkin kali ini akan dapat saling mencintai, tetapi secara tidak sadar masih tetap tidak mengenal satu sama lain. Satu sama lain akan salah paham, tidak perduli dan hampa.
Sebenarnya cukup hanya dengan waktu yang sangat singkat untuk sadar bahwa kita harus bekerja lebih keras untuk memahami diri kita sendiri. Kita harus sadar untuk melakukan hal itu, mengikuti konseling, atau berjuang untuk belajar terus menerus, sehingga pada waktunya kita dapat menjadi pasangan yang sempurna. Sehingga kita malah dapat yakin dan merasa lebih exited dalam hubungan jangka panjang yang saling mengisi.

“Di sana dia menangis dan menggigil,
Serta sangat menyesal berkata
Ini saatnya saya membangun sarang”

-mannually translated by Fabianto Yonathan-

Selasa, 08 Februari 2011

Mata Tertutup Hati Bicara

Sebelum mulai nulis gw ada perumpamaan double dot titik dua :
“Main api hangus, main air basah”
“Minum Beer kencing-kencing, minum kopi merem-melek”
dalam bahasa inggeris it is a causal and effect, klo dalam bahasa buddhismnya hukum karma, bahasa indonya sebab dan akibat, bahasa jawanya perkoro karo amargo.

Anyway ga tau gw mo nulis apa buat thread yg baru ini, but actually akhir-akhir ini insomnia semakin mewabah di kalangan anak muda jaman sekarang, bagaikan mengikuti trending topik para galauers sejati yang kian menjamur di ibukota tercinta tanah air Indonesia, sampai sampai ada pembagian jam-jam baru saat kita pada insom yaitu WIBG (Waktu Indonesia Bagian Galau) dan WITG ( Waktu Indonesia Tengah Galau).
Gw ga tau kenapa akhir-akhir ini banyak banget question dan pikiran berlari-lari di pikiran gw, sampai sampai kadang waktu ngobrol tidak tahu hal mana yang pengen di bahas terlebih dahulu, contoh aja yah……… topik kerjaan yang ga beres-beres, my sick ex GF yang semakin freak dengan berganti penampilan yg gw yakin tuh somebody else, tentang badan pegel, sakit, punggung encok,kepengen ini itu yang belom kesampaian, planning spending valentine yang bermutu, money management dan real 24 hour time management, tentang buddhisme, tentang pertemanan yang hilang entah kemana semua, arggggg buayak puoL pake U deh buat di jabarkan satu demi satu yang pasti itu membuat gw akhir-akhir ini losing focus on what i’m doing nowadays, kadang what is the first priority gw dalam beraktifitas semakin menjadi blur dan pecah-pecah pixelnya ketika di zoom in. Alhasil tiap kali insom kebanyakan pelarian hang out every night di seven eleven, having beer, and ofcourse tambahin dosis cigarette dalam jumlah yang besar dan berefek pada batuk yang berkepanjangan dan influenza…. *uhuk-uhuggg….haitzyuuu haitsyuu*

Semua orang juga tau klo masalah itu ga bakal ada habisnya, bahkan jika kita tidak ada masalah maka kita itu sedang tidak hidup. Quotes tersebut seolah-olah menjadikan “Masalah membuat hidup lebih hidup….Losta Masta” (hahaha iklan tahun brp ya itu?). Tapi sadar ga sadar bagian dari diri gw eager to going back to the time when i wake up and i know what i want to do, kayak waktu kecil dolo bangun tidur ya mandi trus pegi kuliah, and then main, belajar, end up finish with an acceptable grade from it. Tp sekarang opsi tuh semakin buanyak pake u…. pengaruh idup sendiri dan sok dewasa, contohnya aja kemarin gw tidak sempat mandi karna bangun kesiangan dan harus antri di bank make kutungan you can see dan celana pendek untuk nyetor hasil penjualan, abis itu baru mandi dan berangkat kerja, banyak hal yang terbolak-balik dalam hidup gw saat ini. I don’t know if this i wanted from breaking up the habits, and breaking up the routines of my life.
“waktu ku kecil hidupku….amatlah senang…senang dipangku dipangku dipeluknya….serta dicium dicium dimanjanya….namanya kesayangan….” anonymous song
Yahhh walau ga seindah lagu diatas tp masih tetep senang lah masa kecil dulu, ga sibuk mikirin perasaan orang lain, sibuk pikirin mau bos, sibuk pikirin ini dan itu, dan masih blom ada banci-banci yang membuat orang harus menunggu 15 menit dalam keadaan kebelet banget pipis hanya untuk menunggu mereka pipis sambil duduk dan memperbaiki celana yang harus dipelorotkan akibat gaya pipis harus duduk dari pada hanya membuka resliting dan mengeluarkan selang urinenya dan start *cuuuuuurrrrrrrr..ssh… *asli pegel banget jadinya. Anyway, emang ga ada yang bisa ngelawan dahsyattnya sang waktu, yang bikin orang-orang tetep ajah jadi tua waklau kadang blom dewasa =p…. And only a creative mind yang bisa menahan proses penuaan dini tersebut. Oh iya ngomong-ngomong tentang penuaan, ada yang pernah ngerasa ga yah kalau hidup kita ini singkat banget?…kalau dibandingkan dengan kura-kura dan penyu yang idupnya bisa ampe ratusan tahun, tp udah panjang banget kalo dibandingkan dengan anjing yang idup cuman 13 tahun, ato nyamuk yang menyelesaikan siklus hidupnya paling lama cuman 14 hari kemudian bertelor dan mati rest in peace. *thinking*thinking…… gila klo idup jadi nyamuk lebih stress lg kali yah idup cuman 14 hari udah harus mati lagi.

Anyway lagi setelah sekian kali menulis kata anyway, gw inget salah seorang yg wiser than me of course mengatakan demikian
“Beda orang dewasa dan tidak itu bisa dilihat dari cara mereka berpikir, orang yang dewasa akan berpikiran maju kedepan lebih banyak daripada berpikir pada masa lalu yang udah lewat dan menggalaukan diri.” from Somebody wiser than me.
Anyway lagi setelah barusan ajah ngomong anyway, hari ini insom lagi perut krucuk-krucuk malam hari membuat hati tidak tenang dan mata tidak bisa terpejam, sehingga walau mata terpejam hati tetap bicara….”makan yuuuuukkkkk….cari makan yukkkk delivery kek apa kek yang penting makan dulu yukkkk….

*klik save and publish, kemudian meninggalkan pandangan pada muse dan keybord, juga pada loe blog…bye…. have another supper late night pada Waktu Indonesia Bagian Galau.

Minggu, 06 Februari 2011

Gongyo (”Lakukanlah dengan tekun”~ Alm. Keiko Senosoenoto)

Berikut sebuah artikel yang saya browse dari link SGI (Sokka Gakkai, red), any way ini basicly sama banget gongyo (sembahyang, red) di BDI (Buddha Dharma Indonesia, red) heheh so, kanca-kanca sedharma setanah setumpah sedarah….. present to you something that you guys wanted to know bout Nichiren Buddhisme.

Translation of Gongyo, the liturgy of Nichiren Daishonin

Two and a half thousand years ago, towards the end of his life, the Buddha Shakyamuni expounded the Lotus Sutra. Centuries later, it was the starting and ending point for all Nichiren Daishonin’s teachings, and remains the profound foundation for the practice and study of Nichiren Daishonin’s Buddhism today. Twice a day in the ceremony called Gongyo, SGI members recite excerpts from the 2nd and 16th chapters of this great Lotus Sutra, translated here.
If we are to believe these dying words of the Buddha, we must conclude that the Lotus Sutra is the only bright mirror we have, and that through it we can understand the heart of all the sutras. – Writings of Nichiren Daishonin I, 692 The Lotus Sutra is the king of sutras, true and correct in
both word and principle. Its words are the ultimate reality, and this reality is the Mystic Law (myoho). It is called the Mystic Law because it reveals the principle of the mutually inclusive relationship of life and all phenomena. That is why this sutra is the wisdom of all Buddhas. – Writings of Nichiren Daishonin I, 3
The Lotus Sutra teaches of the great hidden treasure of the heart, as vast as the universe itself which dispels any feelings of powerlessness. It teaches a dynamic way of living in which we breathe the immense life of the universe itself. It teaches the true great adventure of self-reformation. The Lotus Sutra has the breadth and scope to embrace all people on the way to peace. It has the fragrance of magnificent culture and art. It leads us to an unsurpassed state
of life imbued with the qualities of eternity, happiness, true self and purity, so that wherever we are, we may say, “This, my land, remains safe and tranquil (Lotus Sutra 16, 230).
The Lotus Sutra has the drama of fighting for injustice against evil. It has a warmth that comforts the weary. It has a vibrant, pulsing courage that drives away fear. It has a chorus of joy at attaining absolute freedom throughout past, present and future. It has the soaring flight of liberty. It has brilliant light, flowers, greenery, music, paintings, vivid stories. It offers unsurpassed lessons on psychology, the workings of the human heart; lessons on life, lessons on happiness; and lessons on peace. It maps out the basic rules of good health. It awakens us to the universal truth that a change in one’s heart can transform everything. – Daisaku Ikeda, The Wisdom of the Lotus Sutra I, 14
The Lotus Sutra is one of the most important and influential of all the sutras or sacred scriptures of Mahayana Buddhism, revered by almost all branches of the Mahayana teachings, and over many centuries the object of intense veneration among Buddhist believers throughout China, Korea, Japan and other regions of eastern Asia. – Burton Watson, translator’s introduction to 1993 Columbia University Press/SGI edition of the Lotus Sutra
Expendient Means
Lotus Sutra – ‘Hoben’ Chapter 2
Myoho renge kyo – hoben pon dai ni
Niji seson. Ju sanmai. Anjo ni ki. Go shari-hotsu. Sho-but^chi-e. Jinjin muryo. Go chi-e mon. Nange nannyu. Issai shomon. Hyaku-shi-butsu. Sho fu no chi.
At that time the World-Honoured One calmly arose from his samadhi and addressed Shariputra, saying: “The wisdom of the Buddhas is infinitely profound and immeasurable. The door to this wisdom is difficult to understand and difficult to enter. Not one of the voice-hearers or pratyekabuddhas is able to comprehend it.
Sho-i sha ga. Butsu zo shingon. Hyaku sen man noku. Mushu sho butsu. Jin gyo sho-butsu. Muryo doho. Yumyo shojin. Myosho fu mon. Joju jinjin. Mi-zo-u ho. Zui gi sho setsu. Ishu nange.
“What is the reason for this? A Buddha has personally attended a hundred, a thousand, ten thousand, a million, a countless number of Buddhas and has fully carried out an immeasurable number of religious practices. He has exerted himself bravely and vigorously, and his name is
universally known. He has realized the Law that is profound and never known before, and preaches it in accordance with what is appropriate, yet his intention is difficult to understand.
Shari-hotsu. Go ju jo-butsu irai. Shuju innen. Shuju hiyu. Ko en gonkyo. Mu shu hoben. Indo shujo. Ryo ri sho jaku.
“Shariputra, ever since I attained Buddhahood I have through various causes and various similes widely expounded my teachings and have used countless expedient means to guide living beings and cause them to renounce attachments.
Sho-i sha ga. Nyorai hoben. Chiken hara-mitsu. Kai i gu-soku.
“Why is this? Because the Thus Come One is fully possessed by both expedient means and the paramita of wisdom.
Shari-hotsu. Nyorai chiken. Kodai jinnon. Muryo muge. Riki. Mu-sho-i. Zenjo. Gedas.^Sanmai. Jin nyu musai. Joju issai. Mi-zo-u ho.
“Shariputra, the wisdom of the Thus Come One is expansive and profound. He has immeasurable [mercy], unlimited [eloquence], power, fearlessness, concentration, emancipation, and samadhis, and has deeply entered the boundless and awakened to the Law never before attained.
Shari-hotsu. Nyorai no. Shuju fun-betsu. Gyo ses^sho ho. Gonji nyunan. Ekka shushin. Sharihotsu. Shu yo gon shi. Muryo muhen. Mi-zo-u ho. Bus^shitsu joju.
“Shariputra, the Thus Come One knows how to make various kinds of distinctions and to expound the teachings skillfully. His words are soft and gentle and delight the hearts of the assembly. Shariputra, to sum it up: the Buddha has fully realized the Law that is limitless, boundless, never attained before.
Shi shari-hotsu. Fu shu bu setsu.^Sho-i sha ga. Bus^sho joju. Dai ichi ke-u. Nange shi ho.
“But stop, Shariputra, I will say no more. Why? Because what the Buddha has achieved is the rarest and most difficult-to-understand Law.
Yui butsu yo butsu. Nai no kujin. Shoho jisso. Sho-i shoho. Nyo ze so. Nyo ze sho. Nyo ze tai. Nyo ze riki. Nyo ze sa. Nyo ze in. Nyo ze en. Nyo ze ka. Nyo ze ho. Nyo ze honmak^kukyo to.
“The true entity of all phenomena can only be understood and shared between Buddhas. This reality consists of the appearance, nature, entity, power, influence, inherent cause, relation, latent effect, manifest effect, and their consistency from beginning to end.”
Life Span
Lotus Sutra – ‘Juryo’ Chapter 16
Myoho renge kyo – nyorai juryo’hon dai ju-roku
Ji ga toku bur^rai. Sho kyo sho kosshu. Muryo hyaku sen man. Oku sai asogi. Jo seppo kyoke Mushu oku shujo. Ryo nyu o butsu-do. Nirai muryo ko.
“Since I attained Buddhahood the number of kalpas that have passed is an immeasurable hundreds, thousands, ten thousands, millions, trillions, asamkhyas. Constantly I have preached the Law, teaching, converting countless millions of living beings, causing them to enter the Buddha way, all this for immeasurable kalpas.
I do shujo ko. Hoben gen nehan. Ni jitsu fu metsu-do. Jo ju shi seppo.
“In order to save living beings, as an expedient means I appear to enter nirvana but in truth I do not pass into extinction. I am always here preaching the Law.
Ga jo ju o shi. I sho jin-zu-riki. Ryo tendo shujo. Sui gon ni fu ken.
“I am always here, but through my transcendental powers I make it so that living beings in their befuddlement do not see me even when close by.
Shu ken ga metsu-do. Ko kuyo shari. Gen kai e renbo. Ni sho katsu-go shin.
“When the multitude see that I have passed into extinction, far and wide they offer alms to my relics. All harbor thoughts of yearning and in their minds thirst to gaze at me.
Shujo ki shin-buku. Shichi-jiki i nyunan. Isshin yok^ken butsu. Fu ji shaku shinmyo. Ji ga gyu shuso. Ku shutsu ryojusen.
“When living beings have become truly faithful, honest and upright, gentle in intent, single-mindedly desiring to see the Buddha not hesitating even if it costs them their lives, then I and the assembly of monks appear together on Holy Eagle Peak.
Ga ji go shujo. Jo zai shi fu-metsu. I hobenrik^ ko. Gen u metsu fu-metsu. Yo-koku u shujo. Kugyo shingyo sha. Ga bu o hi chu. I setsu mujo ho.
“At that time I tell the living beings that I am always here, never entering extinction, but that because of the power of an expedient means at times I appear to be extinct, at other times not,
and that if there are living beings in other lands who are reverent and sincere in their wish to believe, then among them too I will preach the unsurpassed Law.
Nyoto fu mon shi. Tan ni ga metsu-do. Ga ken sho shujo. Motsu-zai o kukai. Ko fu i gen shin. Ryo go sho katsu-go. In go shin renbo. Nai shutsu I seppo.
“But you have not heard of this, so you suppose that I enter extinction. When I look at living beings I see them drowned in a sea of suffering; therefore I do not show myself, causing them to thirst for me. Then when their minds are filled with yearning, at last I appear and preach the Law for them.
Jin-zu riki nyo ze. O asogi ko. Jo zai ryo jusen. Gyu yo sho jusho. Shujo ken ko jin. Dai ka sho sho ji. Ga shi do annon. Tennin jo juman. Onrin sho dokaku. Shuju ho Shogon. Hoju ta keka. Shujo sho yuraku. Shoten gyaku tenku. Jo sas^shu gi-gaku. U mandara ke. San butsu gyu daishu. Ga jodo fu ki. Ni shu ken sho jin. Ufu sho kuno. Nyo ze shitsu juman.
“Such are my transcendental powers. For asamkhya kalpas constantly I have dwelled on Holy Eagle Peak and in various other places. When living beings witness the end of a kalpa and all is consumed in a great fire, this, my land, remains safe and tranquil, constantly filled with heavenly and human beings. The halls and pavilions in its gardens and groves are adorned with various kinds of gems. Jeweled trees abound in flowers and fruit where living beings enjoy themselves at ease. The gods strike heavenly drums, constantly making many kinds of music. Mandarava blossoms rain down, scattering over the Buddha and the great assembly. My pure land is not destroyed, yet the multitude see it as consumed in fire, with anxiety, fear and other sufferings filling it everywhere.
Ze sho zai shujo. I aku-go innen. Ka asogi ko. Fu mon sanbo myo.
“These living beings with their various offenses, through causes arising from their evil actions,
spend asamkhya kalpas without hearing the name of the Three Treasures.
Sho u shu ku-doku. Nyuwa shichi-jiki sha. Sokkai ken gashin. Zai shi ni seppo. Waku-ji i shi shu. Setsu butsu-ju muryo. Ku nai ken bussha. I setsu butsu nan chi.
“But those who practice meritorious ways, who are gentle, peaceful, honest and upright, all of them will see me here in person, preaching the Law. At times for this multitude I describe the Buddha’s life span as immeasurable, and to those who see the Buddha only after a long time I explain how difficult it is to meet the Buddha.
Ga chi-riki nyo ze. Eko sho muryo. Jumyo mushu ko. Ku shugo sho toku.
“Such is the power of my wisdom that its sagacious beams shine without measure. This life span of countless kalpas I gained as the result of lengthy practice.
Nyoto u chi sha. Mot^to shi sho gi. To dan ryo yo jin. Butsu-go jip^puko. Nyo i zen hoben. I ji o shi ko. Jitsu zai ni gon shi. Mu no sek^komo. Ga yaku I se bu. Ku sho kugen sha.
“You who are possessed of wisdom, entertain no doubts on this point! Cast them off, end them forever, for the Buddha’s words are true, not false. He is like a skilled physician who uses an expedient means to cure his deranged sons. Though in fact alive, he gives out word he is dead,
yet no one can say he speaks falsely. I am the father of this world, saving those who suffer and are afflicted.
I bonbu tendo. Jitsu zai ni gon metsu. I joken ga ko. Ni sho kyoshi shin. Ho-itsu jaku go-yoku. Da o aku-do chu. Ga jo chi shujo. Gyo do fu gyo do. Zui o sho ka do. I ses^shuju ho.
“Because of the befuddlement of ordinary people, though I live, I give out word I have entered extinction. For if they see me constantly, arrogance and selfishness arise in their minds. Abandoning restraint, they give themselves up to the five desires and fall into the evil paths of existence. Always I am aware of which living beings practice the way, and which do not, and in response to their needs for salvation I preach various doctrines for them.
Mai ji sa ze nen. I ga ryo shujo. Toku nyu mu-jo do. Soku joju busshin.
“At all times I think to myself: How can I cause living beings to gain entry into the unsurpassed way and quickly acquire the body of a Buddha?”
Guide to Sanskrit and other terms
(adapted from Writings of Nichiren Daishonin)
samadhiState of intense concentration of mind, or meditation, said to produce a sense of inner serenity
pratyekabuddhasSelf-awakened ones
ShariputraOne of Shakyamuni’s ten major disciples, known as foremost in wisdom
Thus Come OneOne of the ten honourable titles of a Buddha, meaning one who has come from the realm of truth
kalpaA very, very, very long period of time, starting with small kalpas at 16 million years
asamkhyaInnumerable; ancient Indian writings refer to 10 5 1 , or 1059
nirvana – Enlightenment, the goal of Buddhist practice. In Mahayana Buddhism, not an exit from the phenomenal world, but an awakening to the true nature of phenomena
Three Treasures – The Buddha, the Law, and the Order (community of believers) Source for text The Lotus Sutra, translated by Burton Watson (Columbia University Press: New York 1993. ISBN 0-231-08160-X

Jumat, 28 Januari 2011

Alcoholic vs Alcohol lover

Before i started biasa ada kata sambutan, kata pembuka atau apalah seperti di karya-karya tulis ilmiah dan tulisan-tulisan orang hebat dan ternama, hahahah so, here it goes.
SEKAPUR SIRIH
anyway, bytheway, busway writing in a blog really addictive, but somehow when you start vacuum to write anything from your brain and transmitted it into chained letters, word, until it becomes several paragraph… do you ever feel don’t know anything to write down? hahaha same here. Butuh waktu sejenak gw baca-baca kembali tulisan tulisan yg dulu and then started to think a brand new topic that i love… And guess what? this one gonna be talking bout alcohol! and that is been my obbsession this past several years since i was studying hopitality management. Lets it started here! :p
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Gw pengen cerita back when a was a child……no, no, no…. even when i was still in my mother’s tummy…hahaha aku udah mengenal namanya alcohol.  Di kutip dan oral transmitted nih ceritanya, dulu nyokap gw setiap hari minum beer dan alcohol sejenisnya sejak gw masih dalam kandungan, bukan bermaksut untuk menggugurkan mahkluk yang so adorable dan kian cuakep tingkat kelurahan Pradah Kali Kendal (jiehhhh amit-amit tingkat kelurahan, huehuehue). Tetapi ternyata nyokap tuh tidak sadar hampir setelah tiga bulan dia tidak dapet-dapet. Salah satu riset penelitian dokter dari amerika seh emang menyepakatin klo dari kecil emang mungkin beernya nyokap gw, gw sambut dengan senang hati dan dan mengalir dalam darah gw sejak dari saat itu
*thinking*thinking……. tp saat itu gw bener2 black out sieh ga inget apa-apa mungkin gw terlalu mabok (ya jelas lah…hahah ga penting) yg pasti gw yakin sejak dalam perut gw udah bisa ngomong “Chill bro, yo gimme some more!”.
LanjuT, gw lahir di keluarga peminum alcohol berat, tp keluarga bokap kaga bisa minum, dan anehnya emang dari kecil gw gaulnya ama sodara-sodara dari pihak nyokap. Walau peraturan sangat ketat berhubung zaman orde baru bapak pembangunana nasional Soeharto, kita anak-anak dilarang minum-minuman keras seperti aspal, batu, bata, dan kawan-kawannya. Tetapi setiap setahun sekali pas kita rayain Imlek, nah disitu gw kenal dan baru pertama kali gw ga black out minum minuman ynag berbuih dengan rasa malt ituw dan gw langsung jatuh cinta pada pandangan pertama gitu….(yeap, i do believe in love at the first sight…..now). Dari saat itu gw suka nyuri-nyuri dari minibar nyokap dikamarnya, dari cointreau, chivas, jack daniels, X.O, vodka dan teman teman seperjuangan mereka.
Hingga sekarang i always treat those bozzie as a lady….once you open it you must finish them up. Believe it or not, you don’t want them anymore first in the morning. hahahahaha XD.
Karena kebiasaan gw yang minum di rumah, i found it more comfortable to drink in my own place than the others. Kadang liatin orang pada kerjaannya nyekokin orang di club and pub make me think, what in the world these guys thinking?, thats why i never push or make somebody to drink when they don’t want to. Prinsipnya gw lebih cinta ama tuh minuman more than any reason, meding pelan-pelan gw abisin atau share with somebody who willing to drink than make them throw them out and get the “lady” wasted. hahaha….. and that is the different between pemabok dan pecinta minuman.
~From mr. Fool the acohol lover~
And here i try to share my own recipe that i make from as Yoga Apprentice about Limoncello, actually there is plenty ways to do this kind of beverage this one based on my own experiment :D
peralatan yang perlu disiapkan
- 1 botol vodka 750 ml
- 15 pcs lemon
- 1000 gr/ml symple syrup
- any tipe of black coloured bottle or jar.
Method of making
-awalnya cuci bersih semua lemon yang bakal di pakai, and then bersihkan kulit luar dari lemon, jangan di kupas, tp perlahan-lahan ambil kotoran di permukaan kulit lemon yang masih menempel pada kulit, sekuning apapun dan secerah apapun kulit lemon itu masih banyak pestisida dan obat2an lain yang tidak baik dalam proses fermentasi, cara lain boleh disikat.
-setelah bersih kupas kulit lemon seperti mengupas kulit apel hingga bagian kulit kuningnya terpisah dari sari buahnya. notice bahwa di pengupasan kulit lemon pasti masih tersisa bagian berwarna putih dari kulit lapisan kedua buah lemon tersebut, Gunakan perring knife atau pisau carving perlahan-lahan untuk menguliti dari sisi sebaliknya hingga hanya bagian kuning yang tersisa, jika berhasil kulit lemon akan menjadi sangat tipis dan hampir transparan, semakin bersih pembersihan kulit semakin sempurna rasa yang akan tercipta. Karena disadari atau tidak bagian kulit berwarna putih dari lemon akan menyebabkan rasa pahit di minuman apapun jika di rendam lama, karena mengandung getah. fact and figure coba buat lemon tea dan diamkan slice potongan lemon dalam teh selama sehari semalam didalam kulkas, keesokan harinya rasanya akan berubah semakin pahit. (sabar yeeee, bagian ini paling menguras waktu paling lama). tapi ada jalan lain yang di sarankan untuk newbie untuk menggunakan parutan keju untuk mengambil bagian kulit berwana kuning dari lemon.
-setelah semua terkupas masukkan kulit lemon kedalam botol hitam, atau jar yang sudah di siapkan.
-berikutnya campurkan vodka kedalam jar atau botol hitam berisikan kulit lemon. dan biarkan dalam ruangan pendingin miniman5 derajat. tutup rapat dan biarkan proses fussion selama 3-6 bulan untuk hasil maksimal.
-siapkan perasan buah-buah lemon yang telah terpakai kulitnya dan rebus bersama simple syrup di atas api sedang hingga mendidih dan angkat dan dinginkan. 2 minggu hingga 1 bulan sebelum proses fussion ingin dihentikan campurkan lemon syrup sesuai selera.
-lanjutkan proses fussion dengan cara setiap hari keluarkan dan di balik (kocok) dan di masukkan kembali. (proses dilakukan ketika telah mencampur lemon syrup)
-setelah berakhir keluarkan botle hitam/jar berisikan fusiion awal dan saring menggunakan saringan terkecil atau tambahkan kain kassa atau tissue untuk hasil penyaringan maksimal.
-pindahkan limmoncello ke botol sesuai selera.

-Party is ready

 Enjoy wisely....


Kamis, 27 Januari 2011

Why Beer???

This is why...

























Bayangin pas puanas-puanas jalan kaki di tepi jalan dengan keringat bercucuran, kendaraan lalu lalang, tubuh dihempas ABCD (Angin BerCampur Debu)……trus mampir di salah satu convinience store grab a can of beer…..clocth!!blurshh!! * buka kaleng gluguk gluguk gluguk……SURGA DUNIA.


oh iya btw i will share also my preferred brand of beer, for me this beer is fucking great, not just because the taste, but its also have the coolest packaging ever for a bottle of beertje…without further a dieux  present you Grolsch.

Kamis, 20 Januari 2011

The fools who act smart

anyway back for the info ini blog emang benar-benar rarely posted hahahaha. Blog dari seorang yang malas menulis tetapi otak penuh dengan interest salah satunya ngetik- ngetik di komputer.

emang aneh rasanya baca tulisan sendiri yang dulu banget dengan kondisi sekarang yang sudah beda banget, sekarang bener2 kerasa ain’t young, but still stupid beda banget klo liat ama profile descriptionnya damn people really change…..hmmm nope, i might be open this blog again in 10 years latter and also laughing my ass up again.

Okay, i will try to share a thought again here….25….25….25…..i really hate this number nowadays. Because when you add “years old” in that it will sound like this (you are not teenager anymore dude! go out and get your ass to work!). But i tell you what, it might be right what people thinking about “boys grows slower than a girls, but in the other hand, girls is also just want to have fun.” So, conclusion is, this is what we “the quarter life years old” feel, that sometimes you really want to had fun and back to those crazy days, but somehow your guilty conscience is tell you the other ways around. Hanging out with older guys still feel boring and awkward, when try with the younger you’ll feel damn old. nowadays, i really spend to much talking to myself rather than talking to human beings, thats why now i jump to trying to talk to you blog goblog haha.

Is it a quarter life crisis do i feel right now? the girls is want to get married, and the guy is starting a carrier, both still want to have fun, and both bores with the routines, and some didn’t even like their job.
At this point i really confuse about all the things, more insomnia at the night, to much philosophy and talking to myself, dump a girl who loves me, rejecting the one who likes me, while chasing a mysterious girl.  is this some kind of new that i found out or it is written in life cycles of a human being, so i can stop thinking that i am the weirdo.

Anyway, this just a little thought from a fool who try to acts smart.

Sabtu, 01 Maret 2008

Selasa, 05 Februari 2008

Jurus dari Master Yoga

name : capirovska
gender : male/female
glass : old fashioned ^^
method : shake

vodka 45 ml
lime juice 15 ml
symple syrup 15 ml
crushed sugar block tt
chopped lime
and mint leave
=================================
amaretto sour
basic : sour
how to make a sour :
lime juice,with splash of sodawater and symple syrup
just add amaretto and then shake shake shake iT!^^

all the stuff above has been aprroved!!100% guaranteed will brighten up your home party
from author
enjoy,
fabi

Jumat, 09 Februari 2007

Eaton Leker Zonder Betalen!!

juz ordinary dutch - indonesian dictionary hehehe :

Taedhus Talen = taek wedhus untalen...hueekk

Burnas Pit Kopen = Bubur panas pake sumpit kokopen...hehehe

Eaton Leker Zonder Betalen = ???? any answer ?? ^^

p.s : wew akhirnya ada waktu lagee nyentuh keyboard ini juz to write a silly little rubrik for all of you guys...hehehehe abis repoT bgt akhir2 ini urusin kulia yg ga mari2...(mohom doa bantuannya) fiiuuhhh eh eh...btw ada kbr lo buat yg baca...bentar lagee,tepatnya tanggal 20 Feb - 09 Mar 2007(abis sincia lowww mari beramai2 dateng^^) BUKA VERAO DESFILE cafe di Gdng A Petra Perhotelan...dateng yach!!! tempatnya asik makanan minumannya di jamin kocek mahasiswa tapi berkelas bintang 5!!juga menawarkan expirience baru yang ga bakal didapet di laen tempat percaya de...hehehe asik2 bisa ngiklan tanpa byr...hehehe

-piss-out- "oye como vai???